Pernah merasa punya kepribadian ganda? Atau merasa punya kelainan yang kadang membuatmu merasa aneh sendiri? Kalau pernah berarti bukan cuma aku saja yang merasakan hal yang sama. Dalam menjalani hidup kita pernah bahkan mungkin sering mengalami kejadian yang sepertinya sudah pernah kita alami padahal itu belum pernah terjadi sama sekali. Tapi aku tak akan membahas apa yang terjadi pada orang lain, aku akan bicara tentang apa yang sering aku rasakan.
Di saat aku sedang sendiri tak ada siapapun di rumah, aku sering melihat ke setiap sudut ruangan dan menerka-nerka apa yang ada di sana yang tak nampak di mata tapi terasa keberadaannya. Mungkin benar tak ada apa-apa disana tapi entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang menarik di sudut itu, kamu tahu kenapa? Karena aku merasa di sudut itu ada satu ruang yang tanpa sadar bisa membuatku tersenyum. Di sudut itu aku merasakan kehadiran dirimu. Aku bebas melihatmu dalam berbagai bentuk terserah bagaimana imajinasiku bermain. Kadang kamu terlihat lucu, menggemaskan, sering menggoda tawaku tapi kadang kau terlihat murung merasa kesepian dan sedih tak berkawan. Ekspresi wajahmu yang selalu berubah membuatku merasa berada dalam dimensi yang sama denganmu. Tapi sekali lagi itu hanya imajinasi saja. Imajinasi seorang sahabat yang jauh entah dimana, pernah ingatkah dia wajahku atau meski hanya sekilas ingatkah dia namaku?.
Sering tanpa sadar aku terbawa imajinasi seperti itu dan setelah semua berlalu aku baru berpikir normalkah yang terjadi padaku. Untuk apa aku melakukan itu semua padahal banyak realita yang lebih nyata terjadi di depan mata. Tapi bukankah hidup itu pilihan, jadi kita bebas menentukan apa yang ingin kita pikirkan karena tak ada seorang pun yang berhak mencegahnya. Keadaan seperti itu sering membuatku merasa aneh sendiri apalagi kalau yang pernah terlintas dalam pikiran suatu hari kelak benar-benar jadi kenyataan. Benar kata orang apa yang kau pikirkan maka itulah yang akan terjadi padamu kelak. Dunia pikiran manusia memang aneh, tak bisa di tebak dan sulit di kendalikan.
Dan yang jadi pertanyaan mengapa selalu kamu yang ada di sudut itu? Ya kamu, hadir dalam wujud dan rupa yang selalu berbeda. Mungkinkah itu salah satu pengaruh ilusi dari ketidakjelasan dan kesamaran seperti apa kamu sebenarnya? Walaupun aneh tapi aku senang karena paling tidak keberadaanmu bisa aku tafsirkan sesuai dengan pikiranku tak peduli senormal atau se-ubnormal apa kamu di dunia nyatamu sana. Sebenarnya bukan cuma kamu saja tapi masih ada dia dan mereka yang saling bergantian muncul di depanku. Malah kadang-kadang aku sering berimajinasi kalian semua tiba-tiba muncul dan berada dalam ruangan itu secara bersama-sama membuat kerusuhan yang seperti biasa kita lakukan di ruang tertutup dalam dimensi yang lain. Gila ya segitu parahnya kah pikiranku jika menggambarkan tentang kamu dia dan mereka. Tapi terus terang saja justru kegilaan dan keanehan seperti itu yang menjadi teman setiaku di saat aku gak tahu harus berbuat apa. Kadang aku jenuh dengan realita yang ada jadi tak ada salahnya kan kalau aku membuat sendiri duniaku yang tak kasat mata oleh orang lain.
Makin berpikir aku aneh ya? Biar saja karena kenyataannya kadang aku malah ingin di anggap seperti itu, jadi kalau rasa jenuhku datang lagi dengan mudah aku bisa mengaktifkan lagi dunia dimensi ke dua itu. Suka atau tidak suka tiap orang akan berpikir berbeda tentang keanehan pribadi orang lain. Ada yang menganggapnya biasa, sebatas aneh saja dan pasti ada yang berpikir kalau orang yang mengalami hal sepertiku itu pasti sudah gila. Terserah pendapat orang, yang berpendapat hanya bisa sebatas bicara tapi tak pernah merasakan sensasi di balik keanehan itu semua. Jangan pernah menganggap orang lain aneh karena bisa saja kamu jauh lebih aneh dari orang yang kamu anggap aneh, jadi jangan heran dengan orang aneh!! ANEH KAN!!
Dan yang jadi pertanyaan mengapa selalu kamu yang ada di sudut itu? Ya kamu, hadir dalam wujud dan rupa yang selalu berbeda. Mungkinkah itu salah satu pengaruh ilusi dari ketidakjelasan dan kesamaran seperti apa kamu sebenarnya? Walaupun aneh tapi aku senang karena paling tidak keberadaanmu bisa aku tafsirkan sesuai dengan pikiranku tak peduli senormal atau se-ubnormal apa kamu di dunia nyatamu sana. Sebenarnya bukan cuma kamu saja tapi masih ada dia dan mereka yang saling bergantian muncul di depanku. Malah kadang-kadang aku sering berimajinasi kalian semua tiba-tiba muncul dan berada dalam ruangan itu secara bersama-sama membuat kerusuhan yang seperti biasa kita lakukan di ruang tertutup dalam dimensi yang lain. Gila ya segitu parahnya kah pikiranku jika menggambarkan tentang kamu dia dan mereka. Tapi terus terang saja justru kegilaan dan keanehan seperti itu yang menjadi teman setiaku di saat aku gak tahu harus berbuat apa. Kadang aku jenuh dengan realita yang ada jadi tak ada salahnya kan kalau aku membuat sendiri duniaku yang tak kasat mata oleh orang lain.
Makin berpikir aku aneh ya? Biar saja karena kenyataannya kadang aku malah ingin di anggap seperti itu, jadi kalau rasa jenuhku datang lagi dengan mudah aku bisa mengaktifkan lagi dunia dimensi ke dua itu. Suka atau tidak suka tiap orang akan berpikir berbeda tentang keanehan pribadi orang lain. Ada yang menganggapnya biasa, sebatas aneh saja dan pasti ada yang berpikir kalau orang yang mengalami hal sepertiku itu pasti sudah gila. Terserah pendapat orang, yang berpendapat hanya bisa sebatas bicara tapi tak pernah merasakan sensasi di balik keanehan itu semua. Jangan pernah menganggap orang lain aneh karena bisa saja kamu jauh lebih aneh dari orang yang kamu anggap aneh, jadi jangan heran dengan orang aneh!! ANEH KAN!!
"Untuk para sahabatku yang ANEH jangan pernah merasa minder dengan KEANEHAN itu karena hanya orang ANEH saja yang tak bisa menerima kehadiran orang ANEH di sekitarnya, jadi TETAPLAH JADI ORANG ANEH meskipun itu hanya untuk dirimu sendiri karena tanpa merasa ANEH kamu tak akan merasakan jadi orang normal yang mengerti KEANEHAN"