9 Mei 2011

C.U.K.U.P....

CUKUP SUDAH AKU TUMPAHKAN AIR MATA INI UNTUKMU
CUKUP SUDAH RASA SAKIT INI AKU RASAKAN KARENAMU
CUKUP SUDAH AKU MENGHARAP PENGERTIAN DARIMU
CUKUP SUDAH...CUKUP AKU YANG MERASAKAN SEMUA TEKANAN INI
SEKARANG TERSERAH PADAMU 
SEMUA AKU KEMBALIKAN PADA PIKIRANMU YANG SELALU BENAR
BIARKAN CUKUP AKU YANG MENANGGUNG KESALAHAN INI SENDIRI
BILA NANTI KAU ENGGAN MENGANGGAPNYA ADA 
AKULAH SATU-SATUNYA ORANG YANG AKAN SELALU ADA UNTUKNYA

12 April 2011

Lebih sakit kehilangan sahabat atau pacar?

udah beberapa kali kehilangan pacar tp gak ngaruh apa2 tapi 2x jauh dari sahabat bener2 terasa pengaruhnya..... I miss my Genk Six-A (tp bentar lagi reunian *asikasik*) & i miss my Genk Asonk....

silahkan bertanya apa saja yang penting gw bisa dan punya jawaban yg tepat

Kapan terakhir pergi ke pesta nikahan sodara/teman?

tadi malam.....:D

silahkan bertanya apa saja yang penting gw bisa dan punya jawaban yg tepat

Lagu yang sering kamu denger sebelum tidur....................?

gak pasti sih....

silahkan bertanya apa saja yang penting gw bisa dan punya jawaban yg tepat

Selisih berapa tahun km dan pacar mu? :P

ama pacar terakhir? 2 tahun aja...

silahkan bertanya apa saja yang penting gw bisa dan punya jawaban yg tepat

Narsis itu perlu gak sih? kalo iya knapa, klo gak knapa?? #beriAlasan

sedikit perlu... ibarat kata klo bukan kita yg mencintai diri kita sendiri sapa lagi...

silahkan bertanya apa saja yang penting gw bisa dan punya jawaban yg tepat

Terakhir marah sama siapa?

sama kerjaan soalnya banyak data masuk yg salah dan mesti di revisi lagi -___-"

silahkan bertanya apa saja yang penting gw bisa dan punya jawaban yg tepat

Perasaan apa yang sedang melanda kamu akhir-akhir ini?

excited...happy...cemas...campur2 dech...

silahkan bertanya apa saja yang penting gw bisa dan punya jawaban yg tepat

Kamu lebih sering ngaret / ontime?

ontime donk.......

silahkan bertanya apa saja yang penting gw bisa dan punya jawaban yg tepat

hal apa yg paling bikin kamu bahagia??

mau punya baby sendiri.... :)

silahkan bertanya apa saja yang penting gw bisa dan punya jawaban yg tepat

Apa yang bikin kamu lebih tenang?

seabis shalat...

silahkan bertanya apa saja yang penting gw bisa dan punya jawaban yg tepat

Pernah bayangin kamu masuk TV gak? :P

gak usah di bayangin... udah pernah ko' :p

silahkan bertanya apa saja yang penting gw bisa dan punya jawaban yg tepat

What's the first thing you check when you turn on your computer?

power lines...

silahkan bertanya apa saja yang penting gw bisa dan punya jawaban yg tepat

kl ada gambar lingkaran, trus km hrs ngelanjutin gambarnya, km mau buat lingkaran itu jd gambar apa?

akan aku rangkai lingkaran2 itu dengan lingkaran lain yg ku buat hingga menjadi 1 kesatuan lingkaran persahabatan & cinta.

silahkan bertanya apa saja yang penting gw bisa dan punya jawaban yg tepat

30 Maret 2011

Dimensi Aneh

Pernah merasa punya kepribadian ganda? Atau merasa punya kelainan yang kadang membuatmu merasa aneh sendiri? Kalau pernah berarti bukan cuma aku saja yang merasakan hal yang sama. Dalam menjalani hidup kita pernah bahkan mungkin sering mengalami kejadian yang sepertinya sudah pernah kita alami padahal itu belum pernah terjadi sama sekali. Tapi aku tak akan membahas apa yang terjadi pada orang lain, aku akan bicara tentang apa yang sering aku rasakan.

Di saat aku sedang sendiri tak ada siapapun di rumah, aku sering melihat ke setiap sudut ruangan dan menerka-nerka apa yang ada di sana yang tak nampak di mata tapi terasa keberadaannya. Mungkin benar tak ada apa-apa disana tapi entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang menarik di sudut itu, kamu tahu kenapa? Karena aku merasa di sudut itu ada satu ruang yang tanpa sadar bisa membuatku tersenyum. Di sudut itu aku merasakan kehadiran dirimu. Aku bebas melihatmu dalam berbagai bentuk terserah bagaimana imajinasiku bermain. Kadang kamu terlihat lucu, menggemaskan, sering menggoda tawaku tapi kadang kau terlihat murung merasa kesepian dan sedih tak berkawan. Ekspresi wajahmu yang selalu berubah membuatku merasa berada dalam dimensi yang sama denganmu. Tapi sekali lagi itu hanya imajinasi saja. Imajinasi seorang sahabat yang jauh entah dimana, pernah ingatkah dia wajahku atau meski hanya sekilas ingatkah dia namaku?.

Sering tanpa sadar aku terbawa imajinasi seperti itu dan setelah semua berlalu aku baru berpikir normalkah yang terjadi padaku. Untuk apa aku melakukan itu semua padahal banyak realita yang lebih nyata terjadi di depan mata. Tapi bukankah hidup itu pilihan, jadi kita bebas menentukan apa yang ingin kita pikirkan karena tak ada seorang pun yang berhak mencegahnya. Keadaan seperti itu sering membuatku merasa aneh sendiri apalagi kalau yang pernah terlintas dalam pikiran suatu hari kelak benar-benar jadi kenyataan. Benar kata orang apa yang kau pikirkan maka itulah yang akan terjadi padamu kelak. Dunia pikiran manusia memang aneh, tak bisa di tebak dan sulit di kendalikan.

Dan yang jadi pertanyaan mengapa selalu kamu yang ada di sudut itu? Ya kamu, hadir dalam wujud dan rupa yang selalu berbeda. Mungkinkah itu salah satu pengaruh ilusi dari ketidakjelasan dan kesamaran seperti apa kamu sebenarnya? Walaupun aneh tapi aku senang karena paling tidak keberadaanmu bisa aku tafsirkan sesuai dengan pikiranku tak peduli senormal atau se-ubnormal apa kamu di dunia nyatamu sana. Sebenarnya bukan cuma kamu saja tapi masih ada dia dan mereka yang saling bergantian muncul di depanku. Malah kadang-kadang aku sering berimajinasi kalian semua tiba-tiba muncul dan berada dalam ruangan itu secara bersama-sama membuat kerusuhan yang seperti biasa kita lakukan di ruang tertutup dalam dimensi yang lain. Gila ya segitu parahnya kah pikiranku jika menggambarkan tentang kamu dia dan mereka. Tapi terus terang saja justru kegilaan dan keanehan seperti itu yang menjadi teman setiaku di saat aku gak tahu harus berbuat apa. Kadang aku jenuh dengan realita yang ada jadi tak ada salahnya kan kalau aku membuat sendiri duniaku yang tak kasat mata oleh orang lain.

Makin berpikir aku aneh ya? Biar saja karena kenyataannya kadang aku malah ingin di anggap seperti itu, jadi kalau rasa jenuhku datang lagi dengan mudah aku bisa mengaktifkan lagi dunia dimensi ke dua itu. Suka atau tidak suka tiap orang akan berpikir berbeda tentang keanehan pribadi orang lain. Ada yang menganggapnya biasa, sebatas aneh saja dan pasti ada yang berpikir kalau orang yang mengalami hal sepertiku itu pasti sudah gila. Terserah pendapat orang, yang berpendapat hanya bisa sebatas bicara tapi tak pernah merasakan sensasi di balik keanehan itu semua. Jangan pernah menganggap orang lain aneh karena bisa saja kamu jauh lebih aneh dari orang yang kamu anggap aneh, jadi jangan heran dengan orang aneh!! ANEH KAN!!

"Untuk para sahabatku yang ANEH jangan pernah merasa minder dengan KEANEHAN itu karena hanya orang ANEH saja yang tak bisa menerima kehadiran orang ANEH di sekitarnya, jadi TETAPLAH JADI ORANG ANEH meskipun itu hanya untuk dirimu sendiri karena tanpa merasa ANEH kamu tak akan merasakan jadi orang normal yang mengerti KEANEHAN"



28 Maret 2011

Terima kasih sahabat....

Kehilangan atau melepaskan sesuatu yang kita sayangi memang sangat menyakitkan. Meskipun tak ingin tapi demi sebuah pilihan komitmen, aku harus bisa merelakan semuanya. Aku tak ingin menyesali dengan apa yang sudah aku putuskan. Aku juga tak menyesali karena melakukan sesuatu yang tak sesuai dengan kehendak hati. Tapi apakah dengan mempertahankan itu aku bisa bertahan di dua sisi yang bertentangan? tidak, karena itu harus ada yang jadi prioritas dalam jalan hidupku ke depan. Kadang keadaan memang membawa kita ke dalam posisi yang tidak menguntungkan dan menjadi dilema. Tapi keyakinanlah yang akhirnya menuntut kita kepada satu alasan mengapa kita harus mengambil keputusan yang tepat dan terbaik meski mungkin itu belum tentu baik untuk kita sendiri tapi setidaknya baik untuk lainnya.

Maaf sahabat jika aku akhirnya memilih jalan ini. Tak ada maksud menghilang dari kalian tapi keadaan saat ini yang memaksaku melakukan itu. Aku tak harus menjelaskan apapun pada kalian karena memang tak perlu ada penjeslasan apapun untuk hal ini. Aku tak sekuat yang kalian kira selama ini. Aku tak setangguh seperti yang kalian pikirkan. Aku tetaplah hanya seorang manusia kecil dan lemah yang memiliki keterbatasan ruang lingkup dalam sebuah lingkungan kehidupan. Aku dan kalian memang banyak kesamaan dalam beberapa hal tapi kita juga memiliki perbedaan dalam banyak hal.

Banyak yang sudah kita lewati dua tahun belakangan ini. Aku bahagia mengenal kalian meski tak sepenuhnya. Kita telah melewati suka duka bersama, berbagi apa yang bisa kita bagikan. Berat rasanya saat aku harus memilih kalian yang mesti terpinggirkan. Tapi seperti yang pernah kita bilang beberapa kali, meski kita tak bersama tapi kita akan terus selalu berusaha ada untuk sesama. Menyakitkan bila ingat semua itu tapi sekali lagi dalam hidup kita memang harus punya pilihan. Aku tak akan mengucapkan selamat tinggal, aku hanya menjaga agar hubungan kita tak hilang begitu saja. Aku akan ada untuk kalian kapanpun kalian butuh aku, meskipun mungkin aku tak selalu ada di pikiran kalian. Aku hanya ingin persahabatan yang kita jalani selama ini tak benar-benar hilang selamanya. Aku tak mau jika kenangan manis kita selama ini hilang begitu saja hanya karena keputusanku ini. Seandainya kalian tahu bagaimana aku saat ini tanpa kalian...

Dengar sahabat...
Aku tetaplah aku, yang seperti kelingking tak bisa menggenggam sesuatu tanpa jari-jari lain yaitu kalian.
Aku tetaplah kau, yang tak mungkin menertawakan lelucon yang ku buat untuk kalian yang kalian sendiri tak pernah mendengarnya.
Aku tetaplah aku, seseorang yang tak mengerti apapun tapi bisa memahami sesuatu saat mengenal sahabat seperti kalian.
Aku tetaplah aku, yang tetap merasa sepi di saat kalian menghilang & mengudara bersama-sama tanpa aku disana.
Aku tetaplah aku... Yang sampai kapanpun ingin tetap menjadi sahabat yang tak lekang oleh waktu

Maaf sahabat atas semua yang sudah ku lakukan selama ini. Maaf karena terlalu sering mengganggu waktu kalian, mengerjai kalian dengan hal yang konyol dan mungkin secara tak sadar menyakiti kalian oleh semua kelakuan dan ucapanku selama ini. Aku tak pernah bermaksud tak baik, aku hanya ingin berbagi tawa...

Maaf untuk semua kebodohan & kekonyolanku yang menyinggung kalian dan terima kasih sudah menjadi bagian terindah dari separuh perjalanan hidupku selama ini...
  

21 Maret 2011

Rasa tak teraba

Aku terdiam tak berucap
Aku menunduk tak berdaya menatap apa yang tak nampak dimata
Aku sakit merasakan apa yang tak nyata terjadi
Aku jatuh di saat aku masih berdiri tegak

Sebesar itukah salahku
Sedalam itukah dosa yang ku lakukan
Sebenci itukah rasa yang hadir di hati
Hingga mendengarpun sudah tak sudi

Apa sebenarnya yang terjadi padamu
Kau inginkan semua orang menurutimu
Tapi tak kau pahami apa keinginan orang lain
Kau melingkari apa yang tak seharusnya terbatasi

Cobalah sekali saja bercermin pada mata hatimu sendiri
Sesuci apakah pikiran dan hatimu
Sebersih apakah pandanganmu
Sejernih apakah setiap ucapan yang keluar dari mulutmu

Jika air memang di takdirkan mengalir melalui arusnya
Mengapa kau coba menghentikannya dengan cara tak santun
Jika udara hadir tanpa diminta
Mengapa kau minta dia pergi meninggalkan kehidupannya

Mungkin aku salah
Mungkin aku keliru
Dan mungkin juga aku tak mengerti
Tapi tunjukkanlah jika kau mengetahui hal baiknya

Sudah terlalu lelah aku coba mengerti yang tak ku pahami
Melangkah pada jalan yang jauh dari tujuanku
Tak bisa lagi ku berontak pada hati ini
Maafkan aku yang tak pernah suci di hadapanmu

1 Februari 2011

Serpihan kegalauan

Saat mata silau oleh kesilapan
Kebenaran tak akan terlihat nyata
Hati tak lagi mengenali rasa
Dan cinta tak terpandang oleh keindahan

Semua seperti menguap
Terbang bersama serpihan kegalauan
Lenyap di bawa angin kepalsuan
Dan hilang di balik semua ketidaknyataan

Raga yang tersungkur dalam tirani
Tak ada lagi daya melawan kekuasaan
Semua tiarap di lembah kedustaan
Dan sirna di bawa hanyut aliran kemunafikan

Begitu menyedihkan hidup ini
Berdiri di antara himpitan hukum rimba yang bertuan kuasa
Menyeruak memecah kebencian di antara kasih sayang
Menghancurkan setiap kepingan harapan yang tersisa

Mengapa begitu pahit kenyataan
Mengapa tak ada yang berani menentang
Mengapa semua tertunduk bersujud tak berdaya
Dan mengapa aku masih mempertanyakan semua

Jika langit tak lagi butuh untuk di junjung
Dan bumi tak lagi perlu ijin untuk di injak
Masihkah ada rasa yang utuh dapat teraba
Masihkah ada kesempatan menikmati indahnya cinta
Masihkah hati terketuk menembus cakrawala hidup

Semua sejenak terhenti di pelataran ini
Menanti sang mentari baru segera mengakhiri perih ini
Membawa secercah sinar cinta untuk dunia yang hampir terlupa

25 Januari 2011

Pelangi di ujung senja

Aku berdiri menatap langit
Tak pernah terbayangkan sedari dulu
Jika semburat lembayung elokan mata
Seindah itukah pelangi di ujung senja

Aku berdiri menatap langit
Terbayang senyum yang ku rindukan
Gugusan bintang tak bisa mengalihkan
Lengkungan indah di wajahmu pesona

Aku berdiri menatap langit
Cahaya samar purnama memayungiku
Menyampaikan salam dari yang kurindu
Sedangkan aku hanya diam termangu

Aku berdiri menatap langit
Semilir angin menghunus tulangku
Membekukan tiap aliran darahku
Dimanakah engkau sang penghangat jiwaku

Aku berdiri menatap langit
Perih hati mengulum retina mataku
Menyongsong rindu yang tak terperi padamu
Menanti surga peneduh jiwa yang membeku

24 Januari 2011

Blog ku, tulisanku separuh diriku....

Sejak awal aku membuat blog ini memang sengaja tak memuat tulisan untuk di edarkan ke publik. Blog ini hanya media untuk melampiaskan apa yang ada di hati ku untuk tersampaikan pada otakku kemudian di transfer ke dalam tulisan melalui sepuluh jari tanganku. Aku tak ingin memuat sebuah info yang aku sendiri gak yakin dengan keakuratan info itu. Lebih baik kau menulis apa yang aku tahu dan aku rasakan sendiri, karena dengan begitu tak akan ada pihak yang merasa terpentingkan untuk melihat tulisanku ini. Setiap bagian dari kata-kata yang tersusun  dalam barisan kalimat semata-mata hanya untaian huruf-huruf yang terangkai rapi menjadi untaian ungkapan paling sederhana dari sebuah isi hati. Tak ada yang berhak untuk memprotes dari kata hati seseorang karena itu adalah hak mutlak dari seorang individu.

Dari semua tulisanku disini, aku hanya menggambarkan apa yang ada di pikiranku. Baik, jelek, klise, kolotan atau mengada-ada hanya aku dan Tuhan yang tahu kebenaran semua itu. Tak ada yang bisa mengendalikan ungkapan isi hatiku selain diriku sendiri. Perjalanan hidup yang sudah ku lewati mengajarkan aku untuk tidak selalu naif dalam mengutarakan apa yang ku rasakan dan pikirkan. Walau terkadang emosi turut serta tapi setidaknya aku tak ingin terlihat jadi orang lain. Jadi diri sendiri walau hanya dalam bentuk tulisan tetap saja menyenangkan karena tak perlu terpengaruh oleh pikiran-pikiran pihak lain yang tak mengerti apa yang terjadi padaku. Apapun bentuk tulisanku yang penting aku bisa menikmati itu semua. Jika dulu aku berharap ada yang mau membaca tulisan di blog ku ini tapi sekarang aku justru menikmati kesendirianku di tempat rahasia kecil ini. Aku merasakan kenyamanan untuk diriku sendiri tanpa harus memikirkan perasaan orang lain. Apapun yang kurasakan bebas aku utarakan untuk diriku sendiri. Aku menulis di media ini sama rasanya dengan aku bicara pada diriku sendiri, tak ada yang menyela dan tak ada yang mencegahku untuk berkoar-koar sesuka hati. Karena apapun isi tulisan itu semua karena ulah hati yang lapor ke otak dan mengadukannya pada jari-jariku untuk memberikan laporannya pada ruang kosong di blog ini. Sesuatu yang sangat rapi terjalin bukan?

Sinkronisasi antara hati, otak dan jari-jariku kadang suka lepas kendali dan tidak harmonis. Antara perasaan, pemikiran dan pengutaraan kadang tak terjalin suatu komunikasi yang baik sehingga terjadi perselisihan. Tapi kembali yang terpenting hati dan otakku sama-sama mengerti dengan apa yang terlontar dari pengutaraan itu. Tulisanku memang hanya aku yang tahu. Semua pemikiran ini tak terjadi dalam waktu sekejap, walaupun terkadang ada spontanitas yang menuntun jari-jariku menari lincah di atas keyboard ini. Inspirasi bisa datang kapanpun dia mau, begitu juga perasaan yang secara ajaib bisa timbul tapi secara misterius juga bisa menghilang tanpa jejak. Semua yang terjadi dalam diriku sebagian bisa ku utarakan tapi sebagian lagi aku simpan rapi dalam hati tanpa memberi tahu pada otak untuk menyuruh jari-jari ini bergerak lincah. Biarlah hanya sebagian saja dari diri ini yang berkeliaran di area ini sedangkan sebagian lagi bergerak bebas di tempat tak terjangkau oleh apapun. Pemikiranku biarlah hanya aku yang memahami, tak perlu orang lain ikut memikirkan apa yang aku rasakan karena semua itu memang bagian dari hidupku. 

Kini, hari ini dan disini aku hanya ingin berbagi bahwa blog ku adalah tempatku menulis tentang sebagian dari diriku. Tak perlu mempertanyakan apa yang tak ku ungkapkan, meskipun mungkin aku terlupa untuk mengatakannya. Tak perlu kita membelah dunia untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya tapi dengan membuka mata, telinga dan pemikiran kita akan tahu bahwa dunia sepenuhnya ada di genggaman kita. Dunia yang tak sama dengan milik orang lain. Dunia yang semestinya tetap terasa indah meskipun tak seindah gemerlapnya dunia orang lain. Kini aku belajar untuk menikmati duniaku yang kecil tapi luas dalam gugusan & barisan huruf, kata dan kalimat dalam paragraf kehidupan yang ku tulis dalam blog ku. Biarlah ini menjadi duniaku seutuhnya tanpa harus mengganggu milik orang lain. Dunia yang hanya aku yang bisa merasakan keindahannya, dunia yang tak ada rasa sesak karena desakan penuntut kebenaran atas apa yang aku ungkap. Biarlah semua menjadi seperti apa adanya karena ini Blog ku dan tulisanku adalah separuh diriku....        

19 Januari 2011

Mencari kualitas hidup

Apa harapan terbesarmu di tahun ini? Jika kalimat ini di pertanyakan pada kita pasti secara klise kita akan menjawabnya dengan kalimat " Ingin jadi lebih baik ". Tapi yang jadi pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara atau apa yang kamu lakukan untuk bisa menjadi lebih baik itu. Semua orang bisa bicara dengan gampangnya ingin menjadi lebih baik tapi tidak semua orang bisa mendefinisikan bagaimana menjadi lebih baik yang sebenarnya. Menjadi lebih baik berarti harus ada yang berubah meningkat dalam kualitas hidup kita. Kualitas yang akan menjadikan kita sebagai manusia jaminan mutu untuk orang-orang di sekitar kita, lingkungan tapi yang lebih penting bagi diri kita sendiri. Bagaimana mungkin orang lain dan lingkungan akan merasakan perubahan kita jika dalam diri kita tak merasakan apapun untuk merubah segalanya jadi lebih baik. Semua terdorong dan terawali dari niat dari dalam pribadi kita. Bagaimanapun jalan yang akan kita lewati jika niat telah terucap dan terpatri maka aral pun tak akan menjadi halangan yang berarti. Ketidakmudahan akan selalu ada mengikuti kita kemanapun dan dimanapun kita berada. Tapi bukankah hidup itu lebih terasa indah jika kita mendapatkan sesuatu yang indah setelah melalui berbagai macam hal yang tidak indah? Yang terpentinga dari itu semua adalah prinsip hidup kita yang menyerahkan segala urusan dan jalan hidup yang kita upayakan hanya kepada Yang Maha Kuasa.

Kita ingin lebih baik, tapi sudah dapatkah kita bercermin dari pribadi kita yang dahulu yang mendorong kita untuk berubah? Harus, kita harus mau bercermin dahulu pada semua yang sudah kita lewati untuk tahu apa yang akan kita perbaiki dalam hidup ini. Masa lalu adalah sebagian cermin dari pribadi kita saat ini. Kekeliruan dan kesalahan di waktu lampau jangan sampai kita lakukan lagi jika memang ingin mencapai kualitas hidup yang hakiki. Hidup berkualitas bagi setiap orang tidak akan sama menafsirkannya. Tapi jika kita bisa menyeimbangkan tata kehidupan antara kita dengan Tuhan dan antara kita dengan sesama maka dengan sendirinya hati kita akan merasakan kualitas keimanan dalam kekeluargaan di lingkungan sekitar kita. Kualitas hidup tak akan kita dapatkan dalam waktu yang sebentar karena semua pasti harus melalui filter-filter kehidupan. 

Roda kehidupan selalu berputar adil walaupun tak semua orang bisa menganggapnya begitu. Kemarin kita di bawah menahan sakit tertindih roda atas yang jumawa seakan-akan selamanya dia disana tak terganti, tapi kemudian perlahan roda itu bergerak berganti hari ini. Hari dimana kita berada diantara tangga menuju atas, tertatih melepaskan diri dari himpitan kehidupan yang memuakkan. Belajar berdiri tegak dari sakitnya tertindas, berjalan menapaki tiap waktu yang berjalan untuk sampai ke atas. Tapi sudah siapkah kita untuk berada di atas? Sudah mampukah kita menghadirkan individu berkualitas dalam diri kita? Sudah bisakah kita berubah menjadi seseorang yang lebih baik seperti keinginan kita? Berkacalah pada cermin kehidupan, lihat dalam mata hati kita seperti apakah kita sebenarnya. Telah bermanfaatkah kita untuk diri sendiri, keluarga, orang-orang dan lingkungan? Kualitas tak akan pernah bermakna jika tak bisa ikut menyempurnakan dan dirasakan oleh sesama.