Kehilangan atau melepaskan sesuatu yang kita sayangi memang sangat menyakitkan. Meskipun tak ingin tapi demi sebuah pilihan komitmen, aku harus bisa merelakan semuanya. Aku tak ingin menyesali dengan apa yang sudah aku putuskan. Aku juga tak menyesali karena melakukan sesuatu yang tak sesuai dengan kehendak hati. Tapi apakah dengan mempertahankan itu aku bisa bertahan di dua sisi yang bertentangan? tidak, karena itu harus ada yang jadi prioritas dalam jalan hidupku ke depan. Kadang keadaan memang membawa kita ke dalam posisi yang tidak menguntungkan dan menjadi dilema. Tapi keyakinanlah yang akhirnya menuntut kita kepada satu alasan mengapa kita harus mengambil keputusan yang tepat dan terbaik meski mungkin itu belum tentu baik untuk kita sendiri tapi setidaknya baik untuk lainnya.
Maaf sahabat jika aku akhirnya memilih jalan ini. Tak ada maksud menghilang dari kalian tapi keadaan saat ini yang memaksaku melakukan itu. Aku tak harus menjelaskan apapun pada kalian karena memang tak perlu ada penjeslasan apapun untuk hal ini. Aku tak sekuat yang kalian kira selama ini. Aku tak setangguh seperti yang kalian pikirkan. Aku tetaplah hanya seorang manusia kecil dan lemah yang memiliki keterbatasan ruang lingkup dalam sebuah lingkungan kehidupan. Aku dan kalian memang banyak kesamaan dalam beberapa hal tapi kita juga memiliki perbedaan dalam banyak hal.
Banyak yang sudah kita lewati dua tahun belakangan ini. Aku bahagia mengenal kalian meski tak sepenuhnya. Kita telah melewati suka duka bersama, berbagi apa yang bisa kita bagikan. Berat rasanya saat aku harus memilih kalian yang mesti terpinggirkan. Tapi seperti yang pernah kita bilang beberapa kali, meski kita tak bersama tapi kita akan terus selalu berusaha ada untuk sesama. Menyakitkan bila ingat semua itu tapi sekali lagi dalam hidup kita memang harus punya pilihan. Aku tak akan mengucapkan selamat tinggal, aku hanya menjaga agar hubungan kita tak hilang begitu saja. Aku akan ada untuk kalian kapanpun kalian butuh aku, meskipun mungkin aku tak selalu ada di pikiran kalian. Aku hanya ingin persahabatan yang kita jalani selama ini tak benar-benar hilang selamanya. Aku tak mau jika kenangan manis kita selama ini hilang begitu saja hanya karena keputusanku ini. Seandainya kalian tahu bagaimana aku saat ini tanpa kalian...
Dengar sahabat...
Aku tetaplah aku, yang seperti kelingking tak bisa menggenggam sesuatu tanpa jari-jari lain yaitu kalian.
Aku tetaplah kau, yang tak mungkin menertawakan lelucon yang ku buat untuk kalian yang kalian sendiri tak pernah mendengarnya.
Aku tetaplah aku, seseorang yang tak mengerti apapun tapi bisa memahami sesuatu saat mengenal sahabat seperti kalian.
Aku tetaplah aku, yang tetap merasa sepi di saat kalian menghilang & mengudara bersama-sama tanpa aku disana.
Aku tetaplah aku... Yang sampai kapanpun ingin tetap menjadi sahabat yang tak lekang oleh waktu
Maaf sahabat atas semua yang sudah ku lakukan selama ini. Maaf karena terlalu sering mengganggu waktu kalian, mengerjai kalian dengan hal yang konyol dan mungkin secara tak sadar menyakiti kalian oleh semua kelakuan dan ucapanku selama ini. Aku tak pernah bermaksud tak baik, aku hanya ingin berbagi tawa...
Maaf untuk semua kebodohan & kekonyolanku yang menyinggung kalian dan terima kasih sudah menjadi bagian terindah dari separuh perjalanan hidupku selama ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar