19 Januari 2011

Mencari kualitas hidup

Apa harapan terbesarmu di tahun ini? Jika kalimat ini di pertanyakan pada kita pasti secara klise kita akan menjawabnya dengan kalimat " Ingin jadi lebih baik ". Tapi yang jadi pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara atau apa yang kamu lakukan untuk bisa menjadi lebih baik itu. Semua orang bisa bicara dengan gampangnya ingin menjadi lebih baik tapi tidak semua orang bisa mendefinisikan bagaimana menjadi lebih baik yang sebenarnya. Menjadi lebih baik berarti harus ada yang berubah meningkat dalam kualitas hidup kita. Kualitas yang akan menjadikan kita sebagai manusia jaminan mutu untuk orang-orang di sekitar kita, lingkungan tapi yang lebih penting bagi diri kita sendiri. Bagaimana mungkin orang lain dan lingkungan akan merasakan perubahan kita jika dalam diri kita tak merasakan apapun untuk merubah segalanya jadi lebih baik. Semua terdorong dan terawali dari niat dari dalam pribadi kita. Bagaimanapun jalan yang akan kita lewati jika niat telah terucap dan terpatri maka aral pun tak akan menjadi halangan yang berarti. Ketidakmudahan akan selalu ada mengikuti kita kemanapun dan dimanapun kita berada. Tapi bukankah hidup itu lebih terasa indah jika kita mendapatkan sesuatu yang indah setelah melalui berbagai macam hal yang tidak indah? Yang terpentinga dari itu semua adalah prinsip hidup kita yang menyerahkan segala urusan dan jalan hidup yang kita upayakan hanya kepada Yang Maha Kuasa.

Kita ingin lebih baik, tapi sudah dapatkah kita bercermin dari pribadi kita yang dahulu yang mendorong kita untuk berubah? Harus, kita harus mau bercermin dahulu pada semua yang sudah kita lewati untuk tahu apa yang akan kita perbaiki dalam hidup ini. Masa lalu adalah sebagian cermin dari pribadi kita saat ini. Kekeliruan dan kesalahan di waktu lampau jangan sampai kita lakukan lagi jika memang ingin mencapai kualitas hidup yang hakiki. Hidup berkualitas bagi setiap orang tidak akan sama menafsirkannya. Tapi jika kita bisa menyeimbangkan tata kehidupan antara kita dengan Tuhan dan antara kita dengan sesama maka dengan sendirinya hati kita akan merasakan kualitas keimanan dalam kekeluargaan di lingkungan sekitar kita. Kualitas hidup tak akan kita dapatkan dalam waktu yang sebentar karena semua pasti harus melalui filter-filter kehidupan. 

Roda kehidupan selalu berputar adil walaupun tak semua orang bisa menganggapnya begitu. Kemarin kita di bawah menahan sakit tertindih roda atas yang jumawa seakan-akan selamanya dia disana tak terganti, tapi kemudian perlahan roda itu bergerak berganti hari ini. Hari dimana kita berada diantara tangga menuju atas, tertatih melepaskan diri dari himpitan kehidupan yang memuakkan. Belajar berdiri tegak dari sakitnya tertindas, berjalan menapaki tiap waktu yang berjalan untuk sampai ke atas. Tapi sudah siapkah kita untuk berada di atas? Sudah mampukah kita menghadirkan individu berkualitas dalam diri kita? Sudah bisakah kita berubah menjadi seseorang yang lebih baik seperti keinginan kita? Berkacalah pada cermin kehidupan, lihat dalam mata hati kita seperti apakah kita sebenarnya. Telah bermanfaatkah kita untuk diri sendiri, keluarga, orang-orang dan lingkungan? Kualitas tak akan pernah bermakna jika tak bisa ikut menyempurnakan dan dirasakan oleh sesama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar