Aku berdiri menatap langit
Tak pernah terbayangkan sedari dulu
Jika semburat lembayung elokan mata
Seindah itukah pelangi di ujung senja
Aku berdiri menatap langit
Terbayang senyum yang ku rindukan
Gugusan bintang tak bisa mengalihkan
Lengkungan indah di wajahmu pesona
Aku berdiri menatap langit
Cahaya samar purnama memayungiku
Menyampaikan salam dari yang kurindu
Sedangkan aku hanya diam termangu
Aku berdiri menatap langit
Semilir angin menghunus tulangku
Membekukan tiap aliran darahku
Dimanakah engkau sang penghangat jiwaku
Aku berdiri menatap langit
Perih hati mengulum retina mataku
Menyongsong rindu yang tak terperi padamu
Menanti surga peneduh jiwa yang membeku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar