1 Februari 2011

Serpihan kegalauan

Saat mata silau oleh kesilapan
Kebenaran tak akan terlihat nyata
Hati tak lagi mengenali rasa
Dan cinta tak terpandang oleh keindahan

Semua seperti menguap
Terbang bersama serpihan kegalauan
Lenyap di bawa angin kepalsuan
Dan hilang di balik semua ketidaknyataan

Raga yang tersungkur dalam tirani
Tak ada lagi daya melawan kekuasaan
Semua tiarap di lembah kedustaan
Dan sirna di bawa hanyut aliran kemunafikan

Begitu menyedihkan hidup ini
Berdiri di antara himpitan hukum rimba yang bertuan kuasa
Menyeruak memecah kebencian di antara kasih sayang
Menghancurkan setiap kepingan harapan yang tersisa

Mengapa begitu pahit kenyataan
Mengapa tak ada yang berani menentang
Mengapa semua tertunduk bersujud tak berdaya
Dan mengapa aku masih mempertanyakan semua

Jika langit tak lagi butuh untuk di junjung
Dan bumi tak lagi perlu ijin untuk di injak
Masihkah ada rasa yang utuh dapat teraba
Masihkah ada kesempatan menikmati indahnya cinta
Masihkah hati terketuk menembus cakrawala hidup

Semua sejenak terhenti di pelataran ini
Menanti sang mentari baru segera mengakhiri perih ini
Membawa secercah sinar cinta untuk dunia yang hampir terlupa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar