16 Oktober 2010

Mencari jejak mentari...

Saat mentari mengintip malu dari peraduan
Selongsong rasa menyibak jiwa
Merongrong jiwa yang masih separuh hinggap
Meresap ke dalam sela nafas yang berat

Perlahan melangkah menjejakkan tiap detik waktu yang berjalan
Mengiringi risalah hati yang gelisah
Menggerus rasa yang mengiris tiap lembar kehidupan
Menyayat serpihan hati yang tergeletak tak bertuan
Menatap kilau yang tak terbatasi sekat jiwa
Berlutut memandang hamparan luas semesta

Menyeka tiap titik yang tertumpah ke dasar jiwa
Tertunduk pilu mengharap daya yang telah lenyap
Terpengkur tak kuasa mengungkap asa
Hanya dapat merasakan beku yang tak pernah luluh

Setiap sisinya selalu berkata
Sampai kapan semua ini berjalan
Bilakah mentari itu tersenyum hangat kembali
Menyapa hati dan jiwa yang terpendam dalam dasar kehidupan

1 komentar: