23 Oktober 2010

Tersenyumlah....

Kau berdiri sendiri menyambut hari
Hembusan angin tak lagi kau rasa menyejukan
Beningnya embun tak juga melelehkan kebekuan jiwamu
Semua seperti terenggut oleh kepedihan hatimu

Semua ini seperti tak adil untukmu
Semua ini seperti mimpi yang tak berakhir meski kau tak lagi terlena
Semua ini seperti cambuk yang menghempas semuanya darimu
Dan semua ini terasa menyakitkan hatimu

Jangan biarkan  semua ini bisa mengalahkanmu
Kau harus tahu ada ribuan doa terlantun untukmu
Rasakanlah semua  cinta yang mengalir tiada henti padamu
Dan kau tak perlu meragu pada genggaman tangan-tangan ini yang hanya untukmu

Kau tak sendiri melewati hari ini
Tak perlu kau sesali yang telah terjadi
Tetaplah melangkah maju demi semua yang terbaik yang akan menyambutmu
Kembalilah tersenyum walau airmata yang terlihat di matamu

Kau adalah rembulan yang sedang tak terlihat
Mendung memaksamu sembunyi di balik awan hitam
Tapi tak selamanya ketiadaanmu di tandai dengan bermuram
Meski tak tampak tapi semua yakin kau masih memancarkan kilaumu

Kau adalah rembulan yang tengah berdurja
Kau tapaki kembali kilaumu yang sempat ternoda karena alpa
Kau tata kembali alur cahaya yang pernah terenggut
Untuk memberikan yang lebih indah pada sang semesta

Tersenyumlah rembulanku
Tersenyumlah engkau yang selalu memberi kebahagiaan pada yang melihatmu
Tersenyumlah engkau demi semua yang merindukanmu
Tersenyumlah engkau karena kilau wajah indahmu selalu menjadi pengobat rindu
Tersenyumlah agar mendung itu cepat berlalu
Tersenyumlah agar semesta pun akan bertutur
Kau rembulan terindah yang tak kan terganti meski sang pagi menghalangi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar