Hidup. Lima huruf yang terangkai menjadi satu kata sederhana tetapi berarti sangat luas, kompleks dan rumit untuk di jabarkan menjadi sederhana. Apa yang kita cari dalam hidup ini? Sesuatu tak akan datang dalam hidup jika kita tidak mengusahakan agar sesuatu itu hadir. Kita bisa di bilang lebih banyak mengeluh daripada mensyukuri atas apa yang sudah kita dapat dalam hidup. Apakah dengan mengeluh akan merubah keadaan, tidak, tapi hanya akan membuat kita semakin mempertanyakan apa atau mengapa kita begini dan begitu. Dalam hidup semua orang tak sama. Kita punya pemikiran dan prinsip hidup yang berbeda-beda. Perbedaan itulah yang mewarnai kanvas kehidupan kita di dunia. Saat kita lahir, kita seperti sebuah kanvas putih yang siap untuk di warnai oleh cat lukis kehidupan. Setiap goresan warna akan melukiskan jalan kehidupan kita, semakin beragam warna yang di goreskan akan semakin berwarna lukisan kehidupan yang kita jalani. Tak semua warna kehidupan sama dengan yang kita harapkan. Saat melangkah kita kadang lupa bahwa ada pola yang sudah kita buat tapi sengaja mencari cara baru yang sering tak sesuai dengan tujuan awalnya.
Seiring waktu yang terus berjalan dan tak bisa di hentikan oleh apapun dan siapapun kecuali sang pemilik waktu, kehidupan bergulir tak memandang status dan kondisi. Pemikiran manusia dari hari kehari bulan kebulan tahun ketahun dan abad ke abad semakin berbeda. Pandangan terhadap masalah juga tak sepenuhnya sama dan tak sepenuhnya berbeda. Rasio dan pola pikir satu orang dengan lainnya sering bertentangan hanya karena sedikit perbedaan. Tak semua hal harus di samakan dan tak semua hal juga harus di bedakan. Tapi kadang sisi egois manusia menuntut persamaan dalam perbedaan dan menginginkan ada perbedaan agar tak semuanya menjadi sama. Trik dan intrik juga berpartisipasi untuk membenarkan dan menyalahkan aturan dan prinsip yang sudah ada pada setiap orang. Keinginan untuk di akui dan di turuti kadang menjadikan orang itu selalu menuntut yang belum tentu semua orang memikirkan hal yang sama dengannya. Dunia ini luas tapi kadang tak di iringi oleh luasnya pemikiran kita. Padahal pemikiran kita jauh lebih luas daripada dunia ini. Sejak dulu dunia tercipta sudah seperti ini, tapi dengan pemikiran baru kita bisa menjadikan dunia di sekitar kita menjadi lebih indah dan lebih baik. Tak semua orang memahami dan menerima hal seperti ini. Dunia kita akan terasa baru jika kita bisa merubahnya dengan pemikiran yang bisa merubah semua itu.
Kita tidak pernah tahu apa yang ada di belahan bumi lain, bahkan kita juga tak tahu apa yang di pikirkan oleh orang yang ada di hadapan kita saat ini. Sedalam-dalamnya bumi ini mungkin bisa di ukur oleh ilmu yang kita pelajari tapi hati dan pikiran seseorang tak akan pernah ada yang bisa menerkanya. Kita sering menebak-nebak apa yang ada di pikiran orang terdekat tapi tak pernah tepat begitu juga orang lain yang tak bisa menebak apa yang ada di otak dan hati kita. Kedalaman hati seseorang seolah tak ada dasarnya karena memang tak ada batas yang mengharuskan menempatkan sesuatu hal dalam dasar hati. Ketulusan dan kejujuran pun tak bisa di nilai dengan kasat mata karena itu berasal dari dalam nurani seseorang. Perbedaan sepertinya memang harus ada untuk membuat kita mengerti bahwa tak selamanya persamaan itu indah. Perbedaan itu berawal dari dalam diri kita sendiri, karena kadang atau mungkin sering apa yang ada di dalam otak dan hati kita tak pernah sama dengan yang kita ucapkan. Apa kita salah jika hal itu seperti itu terjadi yang mengakibatkan ketidak sinkronan antara perasaan, pemikiran dan pengutaraan kata? Tentu saja tidak semuanya salah karena itu tergantung masing-masing orang mengartikannya seperti apa. Dan memang yang lebih banyak terjadi adalah penyalahtafsiran tentang maksud pemikiran kita karena apa yang terucap tak sesuai dengan apa yang kita rasa sebenarnya. Hal seperti ini yang banyak terjadi, kesalahpahaman. Komunikasi yang terjalin antara komunikator dan komunikan memang harus berjalan baik agar semua informasi atau berita yang tersampaikan juga di mengerti. Tapi tak semua orang bisa menjalankan komunikasi dua arah dengan baik. Kemampuan setiap orang dalam setiap komunukasi dengan yang lain itu berbeda-beda. Ada yang secara lancar bisa mengutarakan pemikirannya tapi ada pula yang lebih mudah mengutarakannya melalui sebuah media bantu. Kemampuan seperti inilah yang membuat kita harus belajar banyak cara komunikasi orang lain begitu juga sebaliknya.
Keinginan mencurahkan pemikiran kedalam sebuah media kadang terhambat karena keterbatasan kemampuan kita dengan bagaimana cara menuangkan sebuah logika ke dalam sebuah ilustrasi kata atau gambar. Dengan sebuah gambar kita bisa mengisahkan sebuah cerita secara global dan universal atau hanya sebatas apa yang ingin kita ungkapkan saja. Tetapi dengan sebuah kata kita masih akan memerlukan beberapa kata bantu lagi untuk menunjukan maksud dan tujuan dari kata dasar yang kita ajukan. Karena itulah banyak tercipta media untuk membantu kita berkomunikasi dengan orang lain. Semua itu hanya agar kita bisa menyambungkan maksud dan tujuan dari satu pemikiran kita tentang sesuatu hal.
Hubungan manusia satu dengan yang lainnya tak pernah ada yang bisa menerka bagaimana akan berawal dan berujung. Pertemanan mengawali sebuah hubungan lain yang mungkin lebih erat maknanya. Berawal dari teman kita akan menanjak ke sebuah jalinan yang lebih dekat yaitu kawan. Banyak yang mengartikan bahwa teman dan kawan adalah dua hal yang sama, tetapi tidak buat penulis. Siapapun bisa menjadi teman, termasuk orang yang mungkin tidak menyukai kita sama sekali. Jika sudah menanjak ke dalam kata kawan berarti kita sudah masuk ke dalam komunitas pertemanan yang lebih akrab. Dari komunitas perkawanan itu akan lahir sebuah hubungan yang lebih erat dan akrab yaitu sahabat. Persahabatan bukan lagi sebuah komunitas tapi sebuah relationship yang mengantarkan kita kepada sebuah ikatan yang lebih erat. Sahabat bukan lagi sekedar teman atau kawan tapi sudah menjadi bagian dalam hidup kita. Sahabat bisa menjadi bagian dalam hidup seperti hubungan dengan keluarga. Sahabat adalah orang yang hadir pertama kali disaat kita berduka dan kadang orang yang terakhir datang di saat kita bersuka. Sahabat adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup kita. Dengan sahabat kita bisa berbagi apa saja yang mungkin tak bisa kita bagi dengan keluarga atau dengan orang terdekat sekalipun. Sahabat tak selalu harus ada di semua kesempatan tapi dia selalu ada di setiap kita saling membutuhkan. Kadangkala interaksi yang terjadi antar sahabat menjadikan kita memiliki kepekaan yang secara alami ada di hati masing-masing orang. Makna seorang sahabat itu tak bisa di artikan secara logika. Karena sahabat adalah….
*thanks for my best friends
Tidak ada komentar:
Posting Komentar